Rabu, 19 Oktober 2016

RI-Vietnam Jajaki Kerja Sama Bidang Teknologi Pertanian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto jajaki peningkatan kerja sama Indonesia dengan Vietnam dalam sektor industri.‎ Penjajakan ini dicapai usai Airlangga bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Nguyen Cam Tu yang membawa delegasi VEAM Corp di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kamis 25 Agustus 2016.
Airlangga menjelaskan, VEAM Corp merupakan BUMN di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam yang bergerak di bidang manufaktur, permesian dan alat pertanian, truk dan bis, serta komponen.
Dia menyatakan, ‎Indonesia akan membuka peluang kerja sama industri dengan Vietnam, khususnya pada pengembangan teknologi. “Hal ini didukung oleh fasilitas riset di sektor agro dan permesinan yang dimiliki balai-balai di bawah Kementerian Perindustrian," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/8/2016).
Kerja sama kedua negara akan difokuskan pada industri permesinan yang berbasis di sektor pertanian. Alasannya, beberapa perusahaan di Indonesia sudah menguasai teknologi baik pra panen dan pasca panen.
“Indonesia juga menguasai teknologi pengolahan agrikultur untuk produk-produk seperti kakao, CPO, karet dan hortikultura. Di Indonesia ada asosiasi alat Mesin Pertanian Indonesia (alsintan) yang memiliki sebanyak 30 anggota," kata dia.
Menurut Airlangga, industri alat mesin pertanian (alsintan) di Indonesia telah memiliki kemampuan memproduksi traktor tangan, traktor kecil hingga sedang, pompa irigasi, mesin bajak yang digunakan untuk tahap pra panen.
“Sedangkan untuk pascapanen seperti mesin pengering. Namun baru 35 persen produk alsintan di Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan dalam negeri," ungkap dia.
Kemenperin mencatat, industri alsintan Indonesia tumbuh 261 persen pada 2015 dengan nilai US$ 26,6 juta. Tujuan ekspor utamanya ke Nigeria, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, Venezuela and Timor Leste. Di sisi lain, Indonesia mengimpor untuk produk-produk alsintan sebesar US$ 45.3 juta pada 2015.
Dengan adanya kerja sama ini, Airlangga berharap akan berdampak pada peningkatan neraca perdagangan kedua negara, dari US$ 6 miliar pada 2015 menjadi US$ 10 miliar pada 2018.
"Indonesia dan Vietnam punya kemiripan industri dan kemiripan pangsa ekspor, jadi sebaiknya saling melengkapi. Ekspor Indonesia ke Vietnam diantaranya produk kimia, permesinan, komponen elektronika, dan komponen mesin. Sedangkan impor dari Vietnam, antara lain tekstil, beras, alas kaki dan karet untuk kebutuhan industri," tandas dia. (Dny/Gd)

KEIN: Pertanian Jadi Solusi Jitu Kurangi Pengangguran

Liputan6.com, Jakarta Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan, sektorpertanian mampu menjadi solusi untuk menekan tingkat pengangguran di Indonesia. Namun penyerapan tenaga kerja di sektor ini harus didorong dengan ‎pembangunan industrinya.

Hal itu dinyatakan Anggota KEIN Benny Pasaribu dalam Focus Group Dis‎cussion (FGD)Roadmap Industrialisasi Bidang Pertanian, Kehutanan, Maritim dan Perikanan Tahun 2045 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Benny mengatakan, dengan masuknya industri di sektor pertanian, maka hasil-hasil pertanian bisa diolah di dalam negeri. Agar proses pengolahan tersebut ‎bisa berjalan, maka dibutuhkan sumber daya manusia.

"Jadi ini akan memberikan nilai tambah petani, jadi mengikis kemiskinan dan pengangguran itu banyaknya melalui pertanian," ujar dia.

Menurut Benny, jika sektor pertanian ini bisa terus tumbuh melalui dukungan industrialisasi, maka kebutuhan tenaga kerja di sektor ini akan semakin besar. Bahkan, Indonesia tidak perlu lagi mengirim tenaga kerja ke negara lain.

"Jadi kalau pertanianya maju, pengangguran bisa terhapus. Tidak perlu ada TKI sekarang. Yang ada TKI kita yang sudah profesional," kata Benny.
‎Seperti diketahui, KEIN saat ini tengah menyusun peta jalan (roadmap) industrialisasi bidang pertanian, kehutanan, maritim dan perikanan tahun 2045. Dengan roadmap ini diharapkan produk-produk pertanian Indonesia bisa berkembang dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri hingga diekspor.

Penyusunan roadmap ini merupakan tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada KEIN. Setelah mendapat penugasan, KEIN langsung melakukan pengkajian dan penyusunan roadmap.

Dalam proses penyusunan roadmap ini, KEIN meminta masukan dari berbagai elemen, mulai dari kementerian dan lembaga terkait (K/L), pelaku usaha hingga akademisi. Dengan ‎demikian, diharapkan cakupan roadmap ini akan semakin luas dan mampu menaungi seluruh pihak yang terlibat pada sektor-sektor ini. (Dny/Ndw)

Distributor Suplai-O

product ini merupakan product baru untuk berbagai jenis tanaman, ternak, serta perikanan.product ini dibuat/berbahan alami dan tidak menggunakan bahan kimia. bahan -bahan yang digunakan berasal limbah pasar seperti buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah tidak layak di konsumsi. keunggulan dari product ini yaitu:

1. dapat memenuhi unsur hara makro dan mikro.
2. dapat memperbaiki PH TANAH dan AIR
3. mempercepat pertumbuhan tanaman.
4. memberikan daya tahan terhadap penyakit dan hama tanaman.
5. memiliki residual effect yang positif .menjadikan musim tanam selanjutnya tetap produktif.
6. dapat merangsang pertumbuhan secara optimal.
7. dapat mngembalikan kerusakan tanah akibat penggunaan obat-obatan kimia sebelumnya.
8. menyempurnakan proses pembuahan menjadi padat berisi.

product ini juga memiliki keunggulan untuk  segi ekonomi yaitu harga product ini lebih terjangkau dibandingkan product yang lain.

Kamis, 19 Maret 2015

subcontrak karyawan

PT.KMP













  • Bidang Usaha

    Bidang bidang usaha dibawah ini menjadi pokok perhatian team kami.     


    A.   Konsultan Investasi

    Dengan minimnya informasi aktual yang dimiliki oleh para calon Investor, kami dapat dijadikan rekanan dalam penyajian informasi, pendampingan dalam masa persiapan perusahaan sampai dengan perusahaan tersebut benar-benar berjalan dengan baik.

    Pada intinya kami dapat melakukan kegiatan pro operation, sehingga secara ekononomis Perusahaan dapat melakukan penghematan dengan memotong biaya dan pengeluaran yang tidak perlu. Terutama, apabila pihak anda terjun langsung kelapangan maka beberapa oknum yang tidak berkepentingan pun akan mendekati.

    Untuk itu kami melakukan apapun untuk kelancaran usaha partner, dalam rentang waktu yang diprediksi dengan matang.


    Rekanan investasi yang dapat kami lakukan meliputi:

    1.    Study Kelayakan

    2.    Perencanaan lahan usaha yang ekonomis dan represantatif

    3.    Penguasaan atas lahan usaha

    4.    Perencanaan dam pengawasan pembangunan

    5.    Perencanaan dan design struktur personalia



    1. JASA PENYEDIA TENAGA KERJA.




    * Jasa Konstruksi
    Dengan pengalaman dibidang kontstruksi, adalah keahlian dan spesialisasi team kami.
    Kami memiliki menpower yang cukup tentang cadangan ketenaga kerjaan, yaitu data tenaga-tenaga terampil yang menjadi member kami.
    Menpower yang kami bina dengan baik, kecakapan dan keahlian yang selalu kami upgrade, masa purna bakti yang kami rancang maksimal demi ketenangan keluarga mereka secara ekonomis.
    Sebagai partner dunia usaha, kami mengambil alih fungsi human resources dengan sangat baik.
    Didukung dengan program fasilitas kesehatan dan rancangan program pensiun atau hari tua.
    Kami lakukan dan ciptakan hubungan ketenaga kerjaan yang paling baik yang kami persembahkan atas nama perusahaan anda, sebagai vendor.